Archive

Archive for Juni, 2014

Jokowi atau Prabowo?

13 Juni 2014 1 komentar

Meskipun belum sempurna, tapi saya bersyukur bahwa iklim demokrasi di Indonesia sudah semakin baik. Dimulai dengan Pak Habibie yang mengawal reformasi, Gus Dur – Mega yang teguh mempertahankan persatuan NKRI saat rawan perpecahan, dan SBY – JK – Budiono yang menetapkan pondasi ekonomi sehingga mampu meningkatkan kepercayaan investor. Saat ini kita menghadapi pilpres dengan dua kandidat yaitu Jokowi – JK dan Prabowo – Hatta. Tidaklah mungkin kita berharap dua kandidat yang tersedia itu sempurna. Tapi pada akhirnya, kita tetap harus menjatuhkan pilihan pada salah satu diantaranya.

jkwprw

Salah satu hal menarik yang saya amati pada pilpres kali ini adalah meningkatnya daya kritis masyarakat, khususnya golongan menengah. Akibatnya, media sosial penuh dengan topik capres yang bahkan membuat sebagian orang kesal. Tetapi kalau dipikir-pikir, lebih baik kita “meributkan” hal ini sekarang agar mendapat presiden terbaik, ketimbang “meributkan” hal ini belakangan, lalu mengeluhkan kinerja buruk sang presiden yang sudah terlanjur terpilih.

Dua Kelompok Pemilih

Dalam setiap pemilu, selalu ada dua kelompok pemilih.

Kelompok pertama adalah pemilih terafiliasi, yaitu kelompok orang-orang yang merasa memiliki kesamaan latar belakang atau kepentingan dengan salah satu capres. Faktor kesukuan, agama, sekte, afiliasi bisnis, biasanya merupakan alasan klasik yang diutamakan. Kelompok ini sudah menjatuhkan pilihan kepada sang capres tanpa mau mendengar pendapat apapun, selain apa yang ingin mereka percayai. Mereka akan mengangkat kebaikan jagoannya, tetapi pura-pura tidak tahu, menutupi, bahkan menampik keburukan sang idola. Di sisi lain, mereka selalu memojokkan, menyebarkan keburukan, serta menyangkal kebaikan kandidat lawan.

Kelompok kedua adalah pemilih tidak terafiliasi (bebas), yaitu kelompok orang-orang yang bisa memilih kandidat manapun yang paling meyakinkan. Kelompok ini terkadang disebut swing-voters book, karena pilihannya tidak dapat diprediksi dan seringkali baru membuat keputusan di saat menjelang hari H pemilu.

Setiap kubu pasti memiliki pemilih terafiliasi (kelompok pertama). Umumnya populasi pemilih terafiliasi di setiap kubu relatif berimbang. Oleh karena itu keberadaan kelompok kedua menjadi sangat penting, karena sesungguhnya suara kelompok kedua-lah yang akan menentukan siapa pemenangnya.

Tulisan saya dibawah ini ditujukan untuk orang-orang kelompok kedua, yaitu:

yinyangKelompok orang yang bisa melihat bahwa ada kebaikan dan keburukan pada setiap capres, tidak jahat banget vs. malaikat banget seperti yang tersaji di sinetron.

validKelompok orang yang memutuskan berdasarkan informasi valid, bukan berita-berita settingan media massa yang sedang panen bayaran.

ideaKelompok orang berpikiran terbuka yang mau mengubah pendapat jika menemukan kebenaran ternyata berbeda dari keyakinannya selama ini. Baca selanjutnya…

Kategori:News